Filed under: catatan saya | Tags: anak, autis, pendidikan, pendidikan anak, sosial
Seorang teman pecinta film meminjamkanku sebuah film
ADAM judulnya, seorang dengan sindrom Asperger yang kesepian.
aku tak melewatkan tiap detik dan tiap momen film ini
karena apa yang dialami dan dirasakan Adam, aku tahu sekali
seorang mantan murid menyerupai dengan Adam
dan aku tahu tak mudah baginya melalui masa sekolah, apalagi beranjak dewasa
kini aku kembali pada hidupku
anakku memang bukan asperger, dan dia bukan Adam
walau mungkin mereka memiliki bias-bias spektrum yang ada di Autism Spectrum Disorder
memandanginya dan becermin pada apa yang dialami Adam,
aku hanya bisa berdoa….
anakku…
suatu saat engkau akan dewasa, engkau akan menjalani hidup sendiri
karenanya jangan heran kalau saat ini kami ‘memaksa’mu dan mendidikmu
untuk terus belajar mandiri
engkau akan mengalami banyak hal, suka dan duka, cinta dan emosi
engkau akan belajar dari hidup dan belajar untuk hidup
bila nanti engkau merasa putus asa,
merasa tak ada yang mengerti dan berusaha memahami dirimu
merasa tak ada yang mencintai dan berusaha menghargaimu
seperti kami orang tua dan keluargamu, seperti bunda terapismu, seperti mbok di rumah
jangan kau menyerah
karena ku tahu kau tak mudah menyerah
tunjukkan saja dirimu juga manusia
punya kekurangan tapi juga punya kelebihan
terus eksplorasilah dirimu…
tumbuh dan berkembanglah dengan potensi besar dalam dirimu
tanamkan dalam hatimu…
walau engkau berbeda, tapi engkau ada…
walau engkau tak seperti anak kebanyakan, tapi engkau banyak keistimewaan…
yang (mungkin) kasat mata dan tak cukup bagi orang kebanyakan
My lovely son,
you don’t really belong there, but there you are…in this universe
nowadays and forever
because of you, i appreciate my life and this life time
thank u and luv u
Leave a Comment so far
Leave a comment




