yukberbagi!


Misteri ‘kaku’ dan fleksibel
03/01/2016, 4:12 pm01
Filed under: Uncategorized

Sebagai individu autistik..Arsa punya beberapa hal (rutinitas..kebiasaan) yang sangat dan terlalu rigid.
Bagi kita mungkin jadi sangat menyebalkan. Bagi Arsa mungkin itu zona nyaman.
Contoh setiap bepergian dalam kota Denpasar ada jalan yang selalu dan wajib dilewati. Yaitu jl Teuku Umar. Padahal yang domisili Denpasar tahu betul jalan itu ramai…bahkan sering macet.
Malah waktu bentrok ormas, kita berada tiga ratus meteran dekat tkp. Untung ga sambil baca timeline kalau ada bentrok..kalo ga bisa kebayang kan paniknya. 

Keharusan melalui jalan Teuku Umar tak serta merta harus makan di resto/wrg setempat atau harus belanja sesuatu. Untunglahhhh. Minimal boros bbm aja.

Itu baru satu hal. Hal yang lain…sebenarnya baik karena bentuk menghargai makanan. Arsa mewajibkan diri menghabiskan makanannya padahal mungkin sudah kekenyangan atau termasuk menghabiskan makanan yg tidak enak.

Ini bukan tradisi kami sekeluarga tapi hasil didikan sekolah yang sebenarnya bertujuan baik. Saat sekolah mewajibkan org tua membekali makanan, anak2 diajarkan harus menghargai bekal tersebut dengan melahapnya hingga habis. Di situ termasuk bila ingin mengajarkan anak makan sayur atau jenis makanan baru.

Namun…Arsa dengan ‘kaku’ menafsirkannya. Di mana pun..kapanpun..enak atau tidak..dilahap sampai habis. Tidak boleh dibuang.  Kadang saya atau ayahnya harus mengakali dengan bilang makanan tersebut untuk kami saja. Atau pesan dengan porsi setengah. Sempat juga sih..Arsa yang minta ke kami…untuk membagikan sisa makanan tersebut untuk Bo..anjing peliharaan kami. Tapi itu bisa dihitung jari.

Masih banyak hal lain yang merupakan rutinitas wajib Arsa. Seperti ia yang harus menyalakan dan memadamkan ac kamar sebelum dan sepulang sekolah atau bepergian …harus menyalakan dan memadamkan ac dan radio mobil saat bepergian…harus menutup dan mengunci pintu teras belakang sebelum tidur…harus membeli dupa atau teh atau kacang atau kangkung saat ke supermarket…harus mengambil brosur…kemudian merobek sedikit untuk ditempelnya kembali…harus menggambar dan painting sebelum berangkat sekolah…dsbnya..dsbnya.
Wuihhhh panjang ya daftar keharusan Arsa yang membuatnya kaku …tidak sefleksibel kita. Yang bisa membuatnya marah2…menggerutu atau rewel bila tidak dituruti.

Tapi kalau dipikir2… ada kan di antara kita yang punya keharusan seperti Arsa. Yang kalau tidak dilakukan akan membuat kita merasa ada yang kurang. Harus duduk di posisi yang sama saat ke tempat tertentu. Harus melakukan ritual tertentu sebelum tidur. Harus pesan jenis makanan yang sama di resto/warung tertentu. Harus menggunakan merk yang sama untuk produk tertentu. Harus lewat jalan tertentu kalau menuju sekolah atau tempat kerja.

Ya..itu sih hak masing2 ya. Entah ada yang bilang loyal atau kaku atau udah kebiasaan…yah sah2 aja.
Tapi….sebagai bunda individu autistik…kadang saya berpikir keharusan atau bentuk kekakuan banyak orang itu jadi ga ada bedanya dengan Arsa yang autistik.  
Saat saya setengah mati berusaha mengajarkan Arsa untuk fleksibel..untuk ga selalu harus melakukan ini itu…melalui ini itu ; saat itu orang-orang di sekitar masih dengan keharusan mereka.

Saya jadi berpikir…lah trus kalau Arsa udah sedemikian fleksibel nya terus saya musti jawab apa kalau Arsa tanya ke saya…kenapa dia boleh? Saya kok disuruh berubah.

Terus terang saya masih terus berpikir sambil temenin Arsa yang harus menjawab soal2 setiap malam menjelang tidur.

Yuk kita sama2 memecahkan hal ini ya Sa…
*kecup di keningnya sebelum bobo*

Advertisements