yukberbagi!


2P : Posisi a k a prestasi dan proses
11/01/2016, 4:12 pm01
Filed under: Uncategorized

Begitu mudah kita menghargai posisi seseorang lebih dari kita menghargai proses yang dijalaninya.
Ya… makanya jangan protes kalau di sekolah2 masih banyak yang dikejar prestasi. Rasanya kalau ga dapat peringkat..bumi gonjang ganjing.

Saya pernah berharap demikian pada Arsa. Sebagai orang tua mau dong ngeliat anaknya jadi juara… dapat peringkat…jadi pemenang. Tapi Arsa bukan anak pemenang lomba2.
Dia autis…non akademis..yg menonjol di bidang ketrampilan.
Itu pun bukan juara lomba menggambar karena bisa tiba2 ia ga percaya diri saat lomba.. bukan juara handicraft karena terburu2 mengerjakan sehingga hasilnya agak berantakan. Juga bukan juara lomba memasak karena skillnya ada..tapi knowledgenya masih diasah..shg takaran rasa makanan belum sempurna .

Jadi berkali2 saya (jujur) merasa susah hati. Kok anak ini ga nunjukkin prestasi apa2…ga kayak anak2 yang lain.
Tapi saya lupa bahwa ia berproses. Ia belajar banyak hal dari proses mengerjakan sesuatu. Ia dengan segala ke’autistik’annya harus melalui proses yang tentu tak mudah.

Sama adiknya Adyatma juga begitu. Kadang-kadang saya kurang menghargai saat ia proses toilet training atau self feeding misalnya. Maunya cepat bisa… maunya proses berjalan mulus2 saja.

Hiiii…kalo dipikir-pikir apa bedanya saya sama org tua yang push anaknya pagi siang malam untuk berprestasi.
Saya juga masih lihat pentingnya posisi/prestasi daripada prosesnya.
Intinya ya… saya masih org tua yang haus dipuji orang lain akan kehebatan anak2nya..
Kenapa saya ga cari sendiri bentuk pujian atas proses dan prestasi yang saya capai sendiri???
He..he…saya masih perlu banyak belajar jadi orang tua nihh.

*Tiba2 ingat dengan seseorang yang  saat ini sedang kehilangan posisi dan belajar dari proses yang luar biasa berlikunya…
Tetap semangat ya..kamu* 

Advertisements