yukberbagi!


“Melelahkan” tapi buat saya belajar
28/01/2016, 4:12 pm01
Filed under: Uncategorized

Hari ini ada 2 hal yg jd pelajaran bagi saya.
Ceritanya begini.
Saat mengurus frame2 utk hasil karya sulam Arsa yg dipesan orang…tiba2 saya dipanggil seseorg petugas berseragam biru dari luar toko. Bukan coklat ya…
Dia minta sim n stnk…terus bilang
..saya telah melakukan kesalahan parkir di dpn toko (kebetulan kanan jalan) di jln satu arah.
Saya langsung tersengat dan mulai berdebat mana tanda larangannya…? Karena sepanjang area kanan itu tak ada tanda apapun sama sekali.  Kalau begitu saya tidak melanggar.

Entah saya yang bodoh…naif atau entah memang belum ada sosialisasi…tapi setiap kali parkir saya aman2 saja. Tak ada notifikasi pihak toko kalau tak boleh parkir di area tersebut. Saya sudah berulang kali ke situ tanpa info apapun.

Dia mengancam akan menilang…atau malah menderek. Saya dengan cerewetnya bersikeras menolak aksi menilang karena tak ada bukti pelanggaran. Kalau harus pindah…saya pindah! Lalu pindahlah saya ke halaman ruko kosong beberapa puluh meter di deret sebelahnya.

Sebenarnya kalau mau berdebat lagi..saya harus bilang bahwa sebagai petugas berseragam biru ia tak punya hak menilang saya…kecuali dia berseragam coklat dan saya terbukti melanggar.
Akhir cerita saya bisa ‘bebas’ dari ’tilang’ si oknum ini tanpa sepeserpun. Kata slh satu tmn yg sy ceritakan kejadian ini… dia laki2 yg mungkin ga tahan sama wanita cerewet.

Wah….Sungguh saya wanita cerewet yang beruntung tadi

Cerita lain lagi saat tiba di rumah. Waktu menutup pagar…ada seorg bapak kurir ekspedisi lagi berusaha memanggil sebelah rumah.
Herannya saya lg sok baik hati. Saya bilang..oh titip sama saya pak..nti saya sampein..
(Saya lupa sama cerita bhynya dititipi sesuatu ato kisah fitnah narkoba de el el)
Akhirnya begitu suami pulang…ditegurlah saya karena sembarangan dan sok naif menerima titipan brg tersebut…karena nama yg tercantum kok juga ga familiar Katanya kalau tahu2 random jadi fitnahan narkoba..bagaimana…

Saya kaget tp berusaha mengapresiasi kekhawatiran suami. Iya ya..kalo dititipin barang ga jelas…tadi kenapa insting saya kali ini mau menerima. 
Walau  dalam hati..saya merasa itu memang pasti punya sebelah mengingat si bapak pernah harus by pass jantung jadi ada obat lanjutan dari rs setempat di luar Bali

Akhir cerita ibu saya berusaha memasukkan benda titipan itu ke rmh sebelsh lewat sela2 pagar dgn memakai tali saat kami sekeluarga cek kesehatan gigi Arsa. Dia sendiri panik ketakutan kalau2 itu titipan ilegal.

Lalu…saat kami pulang…ada cahaya dari rmh sebelah. Kubuka pagarnya yg tak terkunci…akhirnya keluar si bapak yg memang empunya paket obat2an itu ..

Hahhhh….lega banget! Bukan bom atau narkoba. Si bapak memang sudah menunggu2 paket itu beberapa hari ini..
Tp dari situ saya belajar. Walau kali ini instink saya yang benar dibanding suami…namun bisa saja lain kali saya ‘terjebak’ tipuan org kalau sedang sial seperti yg banyak diceritakan di sosial media.

Ceritain ini sampai bikin saya ketiduran sambil nulis.
Mungkin hari yang melelahkan namun benar2 memberi pelajaran bagi saya….tentu kalau saya mau belajar kan….

Yah..baru bisa upload saat terbgn jelang subuh… ga apa2 ya… :))

.

Advertisements

Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: