yukberbagi!


‘Mainan’ baru
04/03/2016, 4:12 pm03
Filed under: Uncategorized

Mulai menulis ini saat di sebelah si kecil yg 5 menit yg lalu..masih asik mewarnai buku yg dipilihnya tadi siang; tahu2nya jatuh tertidur.

Bukan kali ini aja seperti itu. 2 minggu yg lalu begitu dibelikan play dooh pertamanya…euphoria punya play dooh sampai meng-extend waktu tidur kami.

Ya…namanya balita ya.. segala mainan baru ya..asik2 aja dieksplor. Bosan pada akhirnya…bisa jadi! Minta mainan baru..bisa juga sih.

Nah..ini yang saya mau ceritain. Tadi siang saat grocery shopping di swalayan..para kasir berwajah muram karena hadapi pelanggan yg menggerutu ttg plastik berbayar 200rp..trus bertanya atau minta kardus..trus ada yang ngomel2 ga keruan.

Regulasi ttg plastik berbayar ini bak ‘mainan’ baru. Tapi bedanya… buat dipergunjingkan..karena ga semua orang merasa senang dan nyaman dengan kebijakan ini.

Yg positif n kreatif malah sibuk DIY shopping bag. Malah banyak yg menjadiikan lahan bisnis baru di fb. Dari yg sederhana..sampe yg kayak troly bag.

Yg negatif pertanyakan uang 200rp nya lari ke mana. Ada yg lalu melenceng mo protes soal kemasan2 plastik.. ada yg memberi saran utk uang 200rp/plastik itu dikonversi dengan hrg barang2. Jadi tak terasa keluar uangnya.. (What!?!? Kalo harga brg2 naik bukannya masyarakat juga yang merasa dirugikan)

IMHO …pemberlakuan plastik berbayar adalah  langkah awal utk praktek nyata mengurangi pemakaian plastik di kehidupan sehari2. Karena kesadaran  masing2  untuk membawa shopping bag masih perlu diingatkan terus.

Seorg ibu yang memggerutu kemarin bilang sama saya…”kan plastik2 ini dipergunakan lagi…buat bungkus barang2. Buat tempat sampah. Lagian kalo kita belanja..kita perlu bawa barang belanjaan kita ke kendaraan toh. Itu pake apa? Toko yg harusnya menanggung biaya ini…kan dia diuntungkan dengan kita belanja”
Nah!! Tiba2 saya diem nih dikomenin kayak gini.

Cuma pertanyaan saya selanjutnya…
Kalau dengan diberlakukannya plastik berbayar ini.., penjualan kantong kresek yg di luar kantong belanja menjadi meningkat (masyarakat tak keberatan membeli)…sehingga sampah plastik masih terus ada; regulasinya harus diperbaiki di mana ya…?

Pengelolaan sampah mungkin?
Ah…memikirkan ‘mainan’ baru ini buat saya ketiduran di tengah2 menulis.

Mudah2an kebijakan ini ga cuma jadi ‘mainan’ baru aja. Banyak hal yang harus dibenahi untuk pengelolaan sampah.
Yuk mulai dari diri sendiri.