yukberbagi!


Anugerah yang tak tergantikan
16/03/2016, 4:12 pm03
Filed under: Uncategorized

Beberapa hari ini sliweran di media bayi atau anak yang diterlantarkan.. anak diculik..rebutan hak asuh anak..anak yang ikut mencari nafkah…
Hmmm…..isu ttg anak memang begitu menarik perhatian.

Saya sendiri punya 2 anak dengan kondisi dan karakter yg beda.
Kali ini mau cerita ttg bagaimana mereka berjodoh untuk jadi anak2 saya.
Mereka ‘tumbuh’ di rahim saya dengan cara yg beda. Arsa yg kini abegeh…adalah hasil program kehamilan di Jakarta setelah vonis dokter2 di Denpasar bahwa saya harus melalui proses bayi tabung jika ingin punya anak.
Sementara Adyatma yg berbeda 10 thn dengan kakaknya tahu2nya ‘tumbuh’ tanpa program apapun.

Mungkin..mungkin..perasaan saya saat hamil dan melahirkan Arsa dan Adyatma tentunya beda.

Saat Arsa di rahim saya…perasaannya campur aduk.  Tahu2 bisa hamil setelah terapi ini itu yang sungguh melelahkan fisik maupun mental.. ternyata berlanjut. Saya ngalamin ngidam yg parah. Minat makan sesuatu dlm jumlah banyak… abis itu dimuntahin semua.
Sempet ga bisa cium aroma masak memasak di rumah..buat saya jajan melulu. (Blkgn mikir jgn2 nutrisi yg tdk baik ini sebabkan Arsa autistik.. 😥  )

Habis ngidam terbitlah gagah perkasa. Naik bus Denpasar – Jakarta utk hadir di pernikahan kakak…sibuk saat kawinan…masih ngajar sampai akhir kehamilan…
Wah… saya sungguh hebat kalo dipikir2. Saya juga suka baca buku. — mungkin ini yang buat Arsa senang belajar.

Nyatanya udh tanggalnya pun…saya udah senam hamil..ngepel jongkok..baby Arsa belum brojol juga. Puncaknya..terakhir usg di SpOG..air ketuban udh keruh..n baby harus dilahirkan keesokan paginya. Dalam kondisi lelah sangat..dgn perut luar biasa besar.. saya periksa dalam dgn hasil kelainan anatomi..tak ada jalan lahir utk proses normal. Kepala bayi jauh di atas panggul yg sudah sangat ‘turun’

Nama Arsa lalu dipilih bermakna kegembiraan… tapi..mungkin itu juga yg menyokong saya terus stand up walau dgn kondisi Arsa autistik.

Lain lagi Adyatma.
9 tahun tanpa KB dengan kondisi ‘struggle’ everyday bersama Arsa..ternyata menggugah semesta untuk memberi Arsa teman dengan memberi tanda positif di test pack saat saya terlambat bulan.

Surprise…senang..deg2an karena usia saya masuk masa rawan dengan resiko kehamilan bermasalah. Sang SpOG pun jadi super hati2 mengingat Arsa autistik. Sejak kehamilan muda..konsumsi asam folat jadi kewajiban. Makanan saya tiba2 sangat sehat…walau tak luput dari ngidam. Anehnya kali ini…makan apapun yg keluar saat muntah adalah air dan air saja.

Pengalaman saat tak bisa menyusui Arsa sampai 2 tahun, juga membuat saya benar-benar mempersiapkan diri untuk bisa menyusui sampai adiknya Arsa 2 tahun. (Dan ternyata sampe hampir 3 tahun ini pun Adyatma masih menyusu dan tak kenal sufor sama sekali)

Hamil kedua ini memberi pengalaman juga bagi Arsa yg sudah berusia 9 thn saat itu. Saya harus mencari resources yg visual utk menjelaskan ada yang bertumbuh dalam perut saya. Termasuk mengajaknya ikut melihat di monitor saat periksa SpOG.

Saya cukup sehat2 saja..walau sempat HB saya rendah dan harus banyak konsumsi daging. Dan di akhir kehamilan saya mengalami flek. Jadi hamil kali ini saya tak terlalu berani beraktivitas fisik..walau masih mengemudikan mobil sampai sehari sebelum melahirkan. Kata SpOG…itu sama kayak olahraga. Cuma kali ini saya suka sekali namanya handicraft. Bahkan saya sama Arsa buat keychain dari flanel utk souvenir buat teman2 yg menjenguk kami setelah persalinan nanti.
(Siap2 Adyatma bisa kreatif banget nantinya)

Yang mengherankan… suatu malam Arsa minta tidur bersama saya. Dan esoknya juga. Ternyata itu malam saat ketuban saya pecah. Tengah malam saat masuk hari raya Kuningan…kami bergegas ke RS setelah menelpon sang SpOG. Masih teringat jelas saya berjalan tergopoh2 dengan ceceran air ketuban sepanjang lorong menuju ruang bersalin.
Dengan mengumpulkan semua tenaga medis yang masih siaga saat hari raya…saya bedah caesar untuk Adyatma. Proses di mana tengah2 sectio..saya mau muntah karena tak sempat berpuasa.

Kalo Arsa ‘suka’ berdiam di rahim saya sampai kewat waktu..ini Adyatma tiga hari lebih awal dari tanggal yang saya pilih untuk sectio.

Waktu Arsa..usai sectio saya sudah bisa langsung beristirahat di kamar walau sempat nyeri berlebihan pasca operasi dan tak langsung berhasil menyusui.

Sementara Adyatma…usai sectio..saya ‘begadang’ di ruang pemulihan karena kamar penuh. Terus pakai acara berpindah kamar. Yang jelas saya mendadak hipertensi karena ‘begadang’ pindah2 kamar plus kelelahan melayani tamu sampai malam. Tapi kali ini saya bertekad bulat menyusui…hingga di hari saya pulang ke rumah ASI pun sudah lancar.

Wuihhh ternyata panjang cerita saya. Tapi sungguh…sejarah bagaimana Arsa dan Adyatma berjodoh jadi anak2 saya sungguh luar biasa.
Kalaupun karakter mereka seperti apa sekarang… tak lain mungkin..
adalah hasil dari pengalaman bersama saya sejak dalam rahim.

Sebelum yg baca ketiduran…saya mo nutup tulisan ini.
Bagaimanapun proses2 yg kami alami…saya cuma bersyukur bahwa saya dipercaya semesta untuk menjadi ibu.

Anugrah yang tak tergantikan oleh apapun.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: