yukberbagi!


Determined ato kepala batu kah saya? 
26/08/2016, 4:12 pm08
Filed under: catatan saya, ngalamin sendiri | Tags: , , ,

Saya suka dibilang orang yang keras kepala. Suka susah patuh atau mengiyakan sebelum berargumentasi dulu. Tapi saya pikir..mungkin itu modal saya berani merantau ke mana-mana. Dan juga modal saya untuk tough hadapi keseharian bersama Arsa..putra sulung saya yang autistik, yang juga keras kepala..ga kalah sama saya. 😉

Tapi… sikap saya itu keras kepala apa teguh hati ya. Penasaran saya browsing. Dapetnya sih pertama gambar ini. 

Uhuk..langsung tertohok sih. Seberapa sering saya teguh pada pilihan saya tanpa ‘ngeyel’ dan bisa terbuka pada pendapat orang lain yang berbeda. 

Kalo lihat dari bahasannya Kris Smyth ttg berteguh hati atau determination.

Your path to success is always based on the determination that you have engrained within yourself. 

Determination aligns your energy and attention towards your focus.

Determination is not whether you’re a good or bad person, it’s about what you’re willing to do to achieve your end goal. 

Nah…sebenarnya bagus toh berteguh hati. Tapi terlalu berkhayal ahh.. kalau sikap saya sudah sepenuhnya mencerminkan sikap itu. 

Saya browsing lebih lanjut. 

Dan ternyata bahasan berikut dari Srinivasan Pillay CEO of NeuroBusiness Group dan award-winning author, bagus banget. 

Jadi beliau mengelompokkan determination ini dalam beberapa kelompok. 

  1. Uphill determination digambarinnya kayak seorg single mom yg mau tidak mau membagi dirinya utk karir dan pekerjaan rumah tangga. Atau seseorang yg udah cape banget tapi mau tidak mau harus menyelesaikan pekerjaan sehari2nya. Jadi keinginannya n niatnya sangat terfokus padahal hambatannya banyak banget. Keteguhan hati model gini bagus kalo lagi kehilangan inspirasi ato lagi perlu mengatasi hambatan yg tahu2nya muncul. Tapi…kata si penulis, jadikan sebagai generator saja..saat semangat kita mulai padam.
  2. Downhill determination digambarkan seperti orang yang baru mulai bisnis tapi mengambil peluang-peluang dengan resiko yang paling kecil atau jalan yang paling mudah. Akhirnya apapun yang dicapai tak pernah sesuai dengan apa yang menjadi targetnya. Ini orang yang berteguh hati untuk menghindari hal-hal beresiko…he2
  3. Coasting determination digambarkan seperti org yg menunda kesuksesan2 kecil..untuk mendapatkan prestasi yang lebih besar. Atau orang yang melakukan disiplin diri..lebih untuk menginspirasi org banyak daripada cuma dibilang pekerja keras. Jadi berteguh hati tercermin dalam sikap perilaku keseharian orang tersebut.

Katanya sih… setiap diri kita pasti akan ‘bermain2’ dengan ketiga keteguhan hati yang disebutkan itu meski poin yang ketiga yang terbaik jadi dasar sikap perilaku kita.

Nah..itu kan teorinya. Kalo saya sih kebanyakan yang pertama. Tiap hari sok tough aja…sambil merapal mantra “semua bisa beres…semua bisa dikerjakan”. Tapi kenyataannya, ga sesuai rencana..ngomel. Ada yang ganggu..bertengkar. 

Jadi..boro2 menginspirasi orang lain… (atau jangan2 ada yang sudah terinspirasi sama saya? )  ..inget omongan seorang kawan..”wuih..semuanya ibu kerjakan sendiri. Dampingin Arsa yg autistik..ada Dy yg masih balita..jadi istri dengan kerjaan domestik yg ga kelar2..masih nyuri2 waktu berbisnis online lagi… ibu tuh beneran super mom” 

Saat saya tersanjung..sebenarnya saya lagi draining..kyk uphill determination itu. Saat cuping hidung mengembang..sebenarnya mulut mau muntahin kata2 dan bilang…sebenarnya saya cape tauk. Mau Me time bisa feel guilty mulu… akhirnya ujung2nya kekeraskepalaan saya yang muncul. 

Mo komenin gw..siap2 senggol bacok. Ibarat kata tuh kayak gitu…kata org Betawi. 

Bener..ya kagak. 

Ga bener..ya itu pilihan saya saat itu. Walo saya ga pernah mo milih dilabelin super mom. 

Finally..kuncinya cuma satu. Saya ngejalaninnya gimana. Terlepas dari segala teori berteguh hati tadi ya. Saya pernah berkata dalam hati. Saya ga perlu jadi orang terkenal..tapi saya ingin apa yang saya lakukan..menginspirasi..mendorong..memberi semangat orang lain..untuk melakukan hal yang sama atau lebih dari saya malah. 

Tapi kira2 kalo saya cuma berkutat di keras kepala.. kira2 cita2 saya itu bisa kesampaian ga ya? 

*ngomong sama cermin* 

Sumber tulisan : 

How to Be Determined in 10 Ways

 http://m.huffpost.com/us/entry/552632



Smartphone for smart people??
07/08/2016, 4:12 pm08
Filed under: Uncategorized

Mau eksplor dunia..cukup punya kuota. Mau makan enak tapi ga mau keluar rumah..tinggal instal aplikasi.  Mau jualan hore2 bergembira…ga perlu punya toko. Tinggal klik sana sini..degdeg byar dagangan laku. Mau planning trip murah meriah..tinggal mata melototin screen, lusa langsung berangkat. Mau jadi model tapi ga sempet ke salon, tinggal klik aplikasi foto… jerawat ilang..flek ga keliatan.. muka pun tirus.

Sebegitu melesatnya teknologi untuk meringkas dunia hingga dalam genggaman saja.
Mau harga 6 ratus ribu sampe belasan juta, tergantung budget n fitur apa yang mau dipilih.

Sayangnya…teknologi dan terbukanya informasi.. tak berbanding lurus dengan keterbukaan pikiran dan kecerdasan seseorang.

Oh ya…apa teknologi tak bisa mencerdaskan seseorang?
Seperti ditulis Parja di blognya, yang mengutip pendapat Toynbee yang menyatakan bahwa Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia.

Jadi… manusia yang cerdas akan menciptakan teknologi.
Tapi manusia yang menggunakan teknologi, belum tentu benar2 cerdas. Yg terakhir itu IMHO lho ya..

Sementara menurut artikel yg ditulis Dida Handayani Sasmita di blognya
Pengetahuan dan teknologi memungkinkan terjadinya perkembangan keterampilan dan kecerdasan manusia. Hal ini karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan
a. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ilmiah
b.  Meningkatkannya kemakmuran materi dan kesehatan masyarakatnya.

Nah kalo ini… teknologi yang berpengaruh terhadap apa yang dilakukan manusia2 dalam mengembangkan diri dan menjadi cerdas.

Lah..terus kok bisa ga selaras kalo udah ngomongin sosial media.
Yah..gini deh.. hp boleh smartphone super duper canggih..tapi :
– kerjaannya posting n share berita hoax tiap hari. Ya..mau ngetop karena jadi tukang share hoax? Saya sih kaga
– kerjaannya mempermalukan diri sendiri atau orang lain.
Banyak jalan jadi ngetop..tapi ya ngga harus ngelepasin urat malu juga sih
– kerjaannya cuma provokasi..fitnah sono sini..padahal juga ga gitu ngerti sama apa yang diposting. Nah sekali dilaporin pencemaran nama baik…nangis2 minta ampun atau ngakunya di-hack

Kata temen saya..ga usah ngurusin deh apa yang orang mau lakukan dengan media sosialnya. Karena katanya…banyak juga yang hanya menemukan jati dirinya di media sosial padahal sehari-harinya super lonely person.
Denger gitu….ya (maaf kalo saya nge-judge)…ga heran menjadi smart bukan pilihan mereka.

*saya jd berusaha memahami*
Smartphone not (only) for smart people. But for anyone who can buy.