yukberbagi!


Bukan tentang foto2 instagramik, tapi……
01/01/2017, 4:12 am01
Filed under: Uncategorized

Waktu sahabat dan keluarganya hendak berlibur akhir tahun di Jogja, kami sempat melirik-lirik akun di media sosial tentang tujuan wisata baru di Jogjakarta. Foto-fotonya cukup bikin baper buat ke sana. Entah memang beneran indah atau mainan sotosop..he2

Tapi… rombongan kami nanti random secara usia. Ada ibunda usia 75 tahun, ada balita 3 tahun setengah plus ada si kakak abg autistik. Sisanya ya ada abg lain yang lagi pengen belajar dan emak bapak reguler kayak saya. 

Jadi… inilah akhirnya liburan kami. Disini sekalian tips dan info-info nya untuk ke sana. 

1. Borobudur

Tips rute : hindari jalan Magelang. Kami start lewat Godean dari perempatan Demak Ijo dstnya (pakai google map ya)

Ternyata lebih cepat. Keluar dari jalan shortcut itu sudah area Borobudur. Tengah hari saja..parkiran sudah nyaris penuh. Plus dikerubungi pedagang acung yang menawarkan topi..kaus..minuman dan payung sewa. Ga bakal maksa kok kalau kita ga tunjukkin keinginan belanja.

Tips yang wajib dipakai/dibawa : pakaian yang sejuk nyaman, walking shoes atau sepatu gunung, ada topi atau selendang pakailah. Tapi payung lipat ternyata paling efektif untuk panas menyengat di sana. Ga punya..sewa aja . Harga mulai 5-10rb sekali perjalanan. Topi bertuliskan borobudur juga ada dan dihargai 20rb. Kamera..phone camera..tongsis..kacamata hitam silakan dipilih untuk dibawa berdasar kesukaan.

Ada sih yang berpakaian cantik  dengan kaftan satin berbordir..rambut sasakan..sepatu pantovel kayak mau kondangan,atau mini dress buat casual party. Busettt……katanya sih untuk selfie atau wefie cantik. Tapi..saya ga tau segitu niatnya selfie apa dia ga ‘meleleh’ di jalan atau roknya sobek saat naik turun tangga borobudur yang setengah dipanjat.  

Walau tidak diperbolehkan bawa makanan..(terutama tidak boleh makan di pelataran candi), tumbler wajib bawa deh. Panasnya..bisa buat kita mau minum terus dan terus. 

Toilet berbayar terpusat di beberapa lokasi. Biayanya 2rb rupiah saja. 

TIKET MASUK : dewasa dan remaja 30rb, anak-anak 15rb, balita free. 

Ibu saya yang sepuh menunggu di area pusat audio visual di dekat pintu masuk, sehingga tak terlalu jauh saat dijemput menuju pintu keluar.

Yang perlu menjadi catatan : sebaiknya mematuhi peraturan yang ada dengan tidak memanjat candi dan stupa-stupa demi kelestarian bangunan bersejarah ini. Karena kenyataannya, walau sudah dijaga banyak security di area puncak, ada saja wisatawan yang nakal memanjat..sehingga sempritan atau suara security lewat megaphone untuk menegur dan mengingatkan terus terdengar. 

Perjalanan dari pintu masuk lalu memanjat dan menuruni candi sampai pintu keluar cukup menguras keringat di siang yang terik.


*kami tidak makan di area wisata, jadi tidak bisa merekomendasikan kios makanan yang oke* 

Oh iya..jalan keluar dipenuhi sentra pedagang kerajinan dan makanan, termasuk robot dan tokoh dongeng untuk kita berpose dengan biaya sukarela. 

2. Ullen Sentalu

Tips rute : hindari jalan Kaliurang terutama dari kota. Kami mengambil jalan Palagan (juga pakai goggle map) sehingga keluar langsung di daerah Pakem – Kaliurang km 14.

 Tips yang perlu dibawa/dipakai : bekal makanan. Resto di Ullen Sentalu yg bernuansa Belanda sebenarnya oke banget jenis makanan dan minumannya. Tapi siap-siap waiting list di saat kita udah kelaparan. Ada sih penjual bakso tusuk, buah salak maupun jadah tempe di area parkir museum. 

Jadah tempe ini sejenis uli (dari ketan) yang gurih dan dimakan dengan tempe bacem. Rasanya enak sih..tapi kalo kita punya gangguan lambung dan kelaparan.. hati2 dengan rasa tak nyaman setelahnya. 

Oh iya ada catatan ttg kunjungan ke museum secara berkelompok yang sudah ada SOP nya ini. Sepertinya pihak museum perlu menyiapkan toilet dekat loket pendaftaran. Karena jarak tempuh dari kota Jogja ke Ullen Sentalu cukup jauh (untuk mau buang air kecil)

Waktu rombongan kami kemarin yang di mix dengan orang lain..ada seorang ibu yang akhirnya mengacaukan sedikit jadwal sesuai SOP. Karena ia nyelonong menuju toilet tanpa bisa dicegah..lalu diikuti orang-orang lain juga. Sehingga sang edukator (guide museum) sempat dimarahi supervisor karena membiarkan rombongan terpecah2. 

Penjelasan tentang museum sangat menarik karena membahas hal-hal keperempuanan di kraton Jogja dan Solo yang tidak terlalu diungkap bila kita berkunjung ke kraton.

Ada juga kisah Gusti Nurul yang sangat menarik plus kanjeng Ratu Mas yang bahkan minuman racikannya disajikan untuk para pengunjung. Campuran 7 rempah-rempah yang menyegarkan dan membuat panjang umur. 🙂

NOTE : kita tidak diperkenankan untuk selfie/wefie atau berfoto selain di area yang ditentukan atau di luar museum. 

TIKET MASUK : 30rb dewasa dan balita free 
 

3. Taman Wisata Gunung Merapi – Kaliurang — Goa Jepang

Hanya beberapa menit dari Ullen Sentalu…kita sudah sampai di area Taman Wisata Gunung Merapi. Koreksi ya kalau saya keliru..sepertinya ini tempat paling puncak di area Kaliurang. 

Area parkir cukup luas dengan biaya 5rb saja plus tiket naik ke area goa Jepang masing-masing orang 3rb saja. 

Petugasnya ramah-ramah, bahkan bisa menyarankan untuk singgah di warung terdekat di pintu masuk, untuk makan siang dulu. Menu cukup variatif mulai dari nasi pecel, tongseng, mi goreng, soto sampai sate kelinci. Rasa lumayan dan pelayanan cepat dan harganya murah. 

Di area parkir ini ternyata banyak monyet berkeliaran. Cukup jinak sih. Mendekat saat kita menyodorkan makanan tapi menjauh saat kita dekati.

Sarana toilet pun cukup banyak dengan biaya 2rb rupiah. 

Jalan menuju Goa Jepang cenderung sempit dengan pinggiran langsung jurang..dan jarak tempuh yang jauh. (Itu kata teman saya sekeluarga plus Arsa yang excited) . Mereka pun menyerah sebelum sampai tujuan. Trekking ini sungguh tidak direkomendasikan untuk membawa anak balita maupun lanjut usia. 

4. Gardu Pandang Kaliurang – Festival of light. 8 Desember – 29 Januari 2017

Namanya festival lampion ya harusnya datang ke sana saat senja menggelap menuju malam. Tapi karena ini masih satu area dengan dua wisata barusan, ya sekalian saja. 

Begitu masuk parkiran, petugas langsung menghitung untuk 5 dewasa, 2 remaja dan 1 balita biayanya 20.000 rp. Si bapak juga bilang datang malam lebih bagus lagi..tapi dengan resiko area foto yang menyempit. 

Mulailah anak-anak excited melihat bentuk lampion yang bagus di waktu siamg dan cantik di waktu malam. Ada berbagai bentuk hewan nyata jaman sekarang..jaman purba maupun hewan mitos seperti naga maupun simbol 12 zodiak China. Tokoh dongeng..superhero..istana..candi borobudur ada juga di sana.

Penasaran dengan gardu pandang.saya pun naik sama anak-anak. Wah indah banget pemandangan Kaliurang saat mendung menggelayut. 

Yah..harusnya kalau malam hari bakal lebih keren lagi nih. Apalagi sepanjang jalan menuju sana spoiler lampion bentuk berbagai hewan sungguh mempercantik Kaliurang. 

Cuma..jangan lupa berjaket ya kalau di malam hari, sore itu saja sudah cukup sejuk dan semriwing. Tapi kata bapak petugas, datanglah lebih sore biar dapat tempat parkir. 

5. Hutan Pinus Mangunan, Bantul

Berbekal google maps lagi, kali ini kita eksplor yang dibilang orang kekinian. Lewat jalan Imogiri..ya karena masih dekat dengan area makam raja-raja di Imogiri, Bantul. 

Perjalanan yang tadinya rata, mulai berkelok dan menanjak. Lama kelamaan tanjakan makin curam dan mobil harus bergantian dari dua arah. 

Entah karena kekinian atau memang hari Minggu, tempat ini sungguh ramai. Ada dua spot di hutan pinus ini. Karena tak dapat tempat di spot pertama yang sungguh ramai, kami menuju spot kedua yang malahan jauh lebih sepi, nyaman dan indah. 

Tempatnya terorganisir rapi, oleh karang taruna setempat yang berseragam batik, rapi, ramah terkoordinasi pakai ht dan sangat informatif. Saat memarkirkan mobil, kami hanya membayar 10ribu rupiah saja.

Tempat makan pun terorganisir, kata bapak pemilik warung, hanya boleh untuk warga setempat yang mendaftar.Menu makanan cukup variatif, murah dan lumayan untuk ukuran warung di area hutan seperti itu. 

Katanya sih area camping ground juga sedang dipersiapkan, mengingat minat dan permintaan untuk berkemah di area tersebut makin meningkat. Namun sekarang kalau ada yang mau berkemah, diperbolehkan di area hutan namun waktu pasang tenda harus malam hari dan waktu lepas tenda harus jam 5 pagi keesokan harinya. 

Toilet yang tersedia memang belum banyak. Tapi koordinasi mereka untuk menyediakan air bersih di hutan seperti itu pantas untuk mematok harga 2rb rupiah/orang. 

Masuk ke hutan pinus, banyak spot foto yang sungguh menarik. 

Di perjalanan…di spot-spot foto yang disediakan plus di gardu pandang berjarak 100m dari pintu masuk. Untuk ke gardu pandang..jalan cukup terjal dan turun naik. Karenanya pakai sepatu olahraga atau sepatu gunung, wajib hukumnya. Di kanan kiri banyak pohon nanas hutan dengan buahnya yang masih muda. Waspada ya kalau-kalau ada 🐍 ular yang melintas jalur trekking kita.

Harusnya sih kalau mau dapat spot foto yang lebih bagus lagi..harus subuh-subuh sehingga ada efek sunrise dan kabut di sekitar. 

*saran : jangan merokok dan buang sampah sembarangan ya.  Rawan kebakaran nihhhh* 😣

Yang jelas hutan ini sungguh selfie-able.

6.Kebun Buah Mangunan

Areanya tidak jauh dari hutan pinus. Tiket masuk tidak dipatok mahal, hanya untuk biaya parkir saja.Ada dua area di kebun ini. Satu tempat kebun buahnya. Sayang..begitu ramainya wisatawan, sampai kami tidak tertarik untuk mengeskplor lebih jauh. Yang sempat terlihat area orang berdagang juice buah-buahan. 

Menuju puncak kebun buah..jalur jalan harus dipandu petugas karena hanya muat satu kendaraan, sangat curam dan hanya untuk kendaraan berkondisi baik. 

Setelah tiba di puncak, kami baru tahu ternyata momen yang paling baik adalah saat subuh atau saat senja waktu puncak berkabut. Siang hari kurang lebih jam 3an seperti saat itu, yang ada adalah terik matahari yang menyilaukan, angin kencang dan debu beterbangan. 

Sepertinya pihak pengelola sedang berbenah, karena walaupun sudah ada spot untuk foto-foto, area lain masih dalam pembenahan. Tampak dari beberapa spot bahan bangunan yang berserakan. 

Untunglah toilet cukup tersedia, warung makan cukup banyak, pengaturan parkir dan informasi arah ke luar menuju kota Jogjakarta cukup membantu.  

Jadi mungkin nanti tunggu momen yang lebih baik untuk kembali ke sana dan mendapat spot catik kebun buah ini. 
Bagaimana ulasan saya? Mudah-mudahan cukup informatif ya… 

Sila saran dan masukannya untuk perjalanan lain kali.

Yang mau share silakan..demi kemajuan pariwisata Jogjakarta dan tentu saja Indonesia ya. 

Atau mau ikut wartakan..yuk…ga hanya foto-foto cantik tapi juga info-info serta tips asik tentang tempat wisata tersebut. 

 

Advertisements

Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: