yukberbagi!


Memilih menyikapi
22/08/2017, 4:12 pm08
Filed under: Uncategorized

Bermula dari sebuah insiden. Sepulang anak-anak sekolah, mobil ‘kerja’ saya disundul motor yang katanya tidak melihat reting sein mobil. (Maksudnya mobil kerja itu mobil yang ga mulus-mulus amat karena banyak gores-gores, baret-baret dan kawan-kawannya)

Lagi-lagi mobil pasti yang bersalah. Tapi karena melibatkan dua mobil, saya spontan ‘menyalahkan’ mobil di samping diagonal yang sudah tertuduh tidak menyalakan reting sein. Enak saja sudah ‘berbuat’ , tak mengalami kerugian apapun (mobilnya mulus lus..masih plat baru) lalu kabur??!!

Singkatnya, si pengemudi yang ‘nyaris’ kabur, akhirnya yang berhasil di’paksa’ membawa mbak pemotor yang robek bibir dan kedua kakinya; setelah saya yakinkan tidak meminta ganti rugi, karena mobil saya bisa klaim asuransi.

Pfiuuh…walau kesal mobil saya ‘luka-luka’ ..di ujung hari saya terus bersyukur saya dan anak-anak tak ada yang terluka.

Persoalan selanjutnya adalah klaim asuransi yang harus 3×24 jam. Berkeliling di ring road utara Jogja karena kantor asuransinya pindah cukup menyita setengah harian saya.

Tapi kami sekeluarga mau pindahan. Mobil ‘luka-luka’ saya masih perlu kesana sini mengangkut barang pindahan rumah kontrakan.

Ternyata…klaim dan perbaikan di bengkel perlu waktu semingguan dan sungguh ‘menganggu’ pekerjaan saya.

Untung kini ada transport online. Beberapa kali pulang pergi sekolah menggunakan ini. Beberapa kali anak-anak tidak masuk karena sulit antar jemput. Entah berapa kali saya perlu mengisi saldo untuk pembayaran yang lebih murah.

Mau merutuk insiden itu lagi sih sebenar-benarnya? Tuh kan apa yang dia perbuat jadi bikin repot saya..keluar uang banyak de el el. Rugi bandar nih. Lain kali saya musti nuntut yang lebih besar. Entah nominal atau maksa untuk diperbaiki.

Tapi lagi-lagi saya disadarkan. Bahwa dengan adanya insiden itu, ternyata Arsa, sulung saya yg autistik menunjukkan semakin lancar komunikasi.

Di atas posting saya di fb ttg itu.

Lain halnya dengan si bungsu Adyatma. Yang tak pernah naik motor jarak jauh..biasa keliling kompleks saja, tiba-tiba jadi punya pengalaman baru. Dari takut, seru sampai bangga cerita ke teman-teman termasuk ibunya mereka tentang pengalaman naik ojek online.

Berkenalan dengan para rider dan driver pun menceritakan pengalaman yang unik dan seru. Mulai dari driver bersuku Batak tapi fasih bicara Jawa dengan logat Batak, driver berusia lanjut yang ternyata menurunkan profesi supir ke puteranya, driver yang insinyur namun lebih diijinkan istrinya jadi driver taxi online daripada me-metakan tanah di Sumatera.

Rider yang rupanya petani tembakau di Temanggung, rider yang sedih karena kompetitor makin banyak sementara ia sudah menetapkan hati full time rider. Lalu driver yang meminta kita melakukan order fiktif agar poin terpenuhi supaya dia bisa clubbing (astagahhhh), atau driver yang dari awal kita naik hanya berkeluh kesah saja sampai buat mood turun.

Obrolan seputar pendapatan driver online yang bisa nominal 7, bahkan sampai situasi terkini persaingan di tranportasi online sungguh memberi warna tersendiri.

Ya.. orang bilang pasti ada hikmah di balik peristiwa. Betul sih, selama kita tidak merutuk atau berkeluh kesah karenanya.

Toh bila saya cuma merutuk insiden waktu itu, menyumpah-nyumpahi yang terlibat, mobil saya yang ‘luka’ bisa kembali mulus.. tapi hati saya…?

Sungguh saya banyak belajar.

Yang penting sekali lagi..saat ini saya dan anak-anak baik-baik saja. Bersyukur banget pada semesta.

Advertisements

Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: