yukberbagi!


Move on…bergerak apa?
03/02/2018, 4:12 am02
Filed under: Uncategorized

Ket foto : ini waktu eksibisi komunitas tari inklusi #nalitari pada hari Disabilitas Internasional.
Saat itu semua penari diminta berpose diam (aturan koreografinya) dan hanya berganti gerak saat tubuh kita tak mampu lagi. Sebagai bentuk meng ‘alami kondisi teman2 yang sehari2nya bergerak terbatas. ==========================
Saya merasakan betul. Saya yang merasa bersalah bila mager dan tidak melakukan atau mengerjakan apa2..saat ikut eksibisi itu perlu banyak kontemplasi diri. Termasuk mengendalikan pikiran agar tak terlampau berkelana. Yup…berarti comfort zone saya selama ini bergerak. Duduk diam saja bukan tipikal saya sesungguhnya. °•° Namun kemudian saya bertemu life partner a k a suami yang menantang saya dengan keluar dari comfort zone yang lebih luas lagi.
Pindah kota.. dari rumah sendiri ke rumah sewa.. dari kemapanan ke kesederhanaan.. dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru.. dari rutinitas yang sudah tertata..ke rutinitas yang lebih baru.
Berkenalan dengan orang2 baru. Menjalin..membangun interaksi baru. °•°
Kata suami..itu perlu jiwa move on.
Dan move on itu bukan cuma perpindahan fisik, bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Karena belum tentu apa yang kami lakukan/kerjakan beroleh hal yang sama enak dan nyamannya seperti sebelumnya.
Seorang teman malah bilang itu semacam spiritual journey.
Bagaimana jiwa kamu melakukan perjalanan.. merasa berbagai pengalaman baru. °•°
Kata suami lagi…kalau cuma fisik aja yang pindah..tapi jiwanya tidak.., itu kayak punya pacar baru tapi apapun sikap perilaku bahkan mungkin penampilannya selalu dibandingkan dengan mantan. Ga pernah ketemu apa kelebihan pacar baru; plus (jangan2) dipacari sebagai bukti ke mantan..dirinya masih ‘laku’
Ahaiii… analoginya serem cuyyy… Sapa hayo yg mau dibandingin trus sama mantannya… @30haribercerita
#30haribercerita
#30haribercerita2018
#30hbc1828
#bergerak
#30hbc18bergerak

Advertisements


Lucky me…. 😉
03/02/2018, 4:12 am02
Filed under: Uncategorized

Saya bukan perempuan yang good looking. Dari remaja..bukan primadona. Mungkin cowo2 yang dulu pernah naksir itu lebih karena saya misterius dan dikenal pinter. ▪ Dikenal ya…pinter ga tau juga.. nyaris ga naek kelas tapi bisa keterima di negeri..hahahehe. Udah ah ini bukan cerita tentang itu. ▪ Tapi saya yang ga good looking ini, malah disayang semesta. Kini malah dikelilingi cowo cowo yang berebut cinta dan perhatian saya. Suami dan 2 anak cowo yang gantengnya ngalahin aktor k-pop lah. Anak saya ya…hahaha (Walo saya bukan fans drakor..k-pop dan sejenisnya) ▪ Mau tau gimana romantisnya masing2 ke saya… ah.. tapi yang anak2 aja ya. Nti kalo cerita suami.. para jones merana lagi hahaha. ▪ Yang besar mau 15 tahun sangat concern sama rambut saya. Ga boleh tuh terurai2..melambai2. Ga boleh tali bra tampak. Trus kalo di depan dia, saya dan suami ga boleh pelukan. Jealous. Padahal dia autistik. ▪ Yang kecil (mau 5 tahun) lain lagi. Romantisnya lucu. Ah..happy saya kalo nanti dia jadi cowo yang humoris. Pasti jd org yang menyenangkan. Tadi sore contohnya. Perut saya sedang tidak nyaman karena PMS. Begitu saya bilang…dia lantas meluk saya dan berbisik i love you. Terus diikuti bilang i’m sorry mami.. i’m so sorry mami. Sambil hati saya meleleh leleh.. saya bilang..ini bukan salah kamu. Perut mami memang lagi ga nyaman. Tetap saja ia memeluk saya dari belakang.. Ah.. bakal jadi cowo yang bikin cewe meleleh leleh.. Yuk..mahmud..sapa putrinya mo masuk list? Hahaha.. bercanda ya…masih jauh perjalanan nih. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1822 #30haribercerita2018