yukberbagi!


Sweet revenge
24/03/2019, 4:12 pm03
Filed under: Uncategorized

Beberapa waktu ini, sejalan dengan proses politik..seiring dengan keinginan menjadi viral atau pansos…begitu mudahnya kita terpicu..untuk emosional atas apa yang diperlakukan orang lain kepada kita.

Apalagi bila ia berseberangan paham, berlainan status sosial budaya, kedudukan, bukan dari suku/ras atau malah generasi yang sama.. yang jelas berbeda dengan kita.

Begitu orang tersebut melakukan hal yang menyakitkan atau tidak mengenakkan secara langsung maupun tidak, keinginan yang spontan muncul adalah bagaimana membalasnya. Kalau perlu sampai mempermalukannya.

Saya pernah di titik ini. Sampai saat ini pun saya masih mengingat apa yang terjadi 10 tahunan yang lalu. Kata anak milenial sekarang, sakit tapi tak berdarah. Hehe…

Ceritanya begini.

Saya dan perempuan ini, sebut saja Honey sama-sama sedang mengikuti sebuah acara di luar Indonesia. Kebetulan waktu keberangkatan kami saat musim dingin.

Saat kami tiba, hujan turun dan tentu sedikit menyulitkan menyeret koper sambil berhujan-hujan dari perhentian bus ke penginapan. Saya spontan mengeluarkan sebuah plastik kresek seukuran kepala untuk membungkus kepala saya. “Nggak ok deh baru tiba..udah sakit kepala ato demam”, demikian pikir saya.

Tiba-tiba Honey berujar kencang di depan penumpang 1 bus. “Ih..kampungan banget sih bungkus kepala pake kresek. Tau ga elo nti begitu sampe..banyak payung disiapin”

Sungguh saya geram dan merasa malu. Tapi keinginan saya ikut acara ini, yang telah banyak melibatkan sumbangsih ibu dan support keluarga kecil saya; mengalahkan kegeraman dan rasa malu itu. Sambil dgn kepala berkresek , pegang payung dan menyeret koper saya berhasil sehat walafiat sampai ke penginapan dan menuntaskan acara.

Sepanjang acara, sepertinya Honey sangat memikirkan penampilannya. Semua fotonya berkostum yang berbeda. Rela dia bolak balik penginapan hanya untuk berkostum yang berbeda. Saya lupa saat itu sudah ada instagram atau belum..karena saya yakin Honey pasti melakukan lebih banyak lagi sesi foto kostum musim dingin.

Nah..karena Honey memperhatikan penampilan, dia lah yang membawa lotion wajah khusus untuk digunakan saat cuaca dingin dan kering. Dan itu sangat membantu kulit wajah dan bibir yang mulai pecah-pecah. Lucky me biar awal dia mengejek kepala berkresek saya, tetap saja Honey menyodorkan botol lotion untuk saya pakai dengan tatapan khawatir.

=====

Nah balik lagi ke isu ingin membalas bahkan mempermalukan Honey.

Andai saya saat itu begitu ingin membalas sikap Honey tersebut, mungkin saya akan mengungkap skandal perselingkuhannya hingga ia terancam diceraikan sang suami. Atau lanjut saya membongkar siapa itu Honey yang saudaranya terlibat penggelapan uang milyaran rupiah. Dan semuanya itu mungkin saya ungkap di media sosial dengan entengnya, lalu jadi viral..lalu saya jadi terkenal tapi dicari-cari / disumpahi Honey dan keluarganya.

Tapi..apa pembalasan saya, membuat hati saya menyejuk dan langsung melenyapkan ingatan tentang tindakan bullying yang dilakukan Honey ttg kepala berkresek?

Honey mungkin akan sangat murka, sekaligus malu dan benci kepada saya. Sedangkan saya, puas sesaat namun setelah itu… menjadi ketakutan dengan perbuatan itu sendiri. Masalah tidak selesai, malah berbuntut masalah baru.

Yup….

Untungnya saya tidak melakukan hal yang saya sebutkan tadi (meski..maaf saya tulis di atas sedikit gambaran bagaimana Honey dan keluarganya)

Ketika saya mendengar berita Honey selanjutnya.. ya kini ia sudah dengan hidup yang baru, setelah melewati bertahun-tahun yang tidak mengenakkan, masalah silih berganti, berpisah dengan anak, diasumsikan begini dan begitu.

Hidup saya..ya masih kurang lebih sama dengan saat membungkus kepala dengan kresek. Namun kali ini dengan kematangan hati yang berbeda.

Sesungguhnya…Honey tak lebih ‘cantik’ hidupnya dari saya. Mempermalukan Honey tak menjadikan saya lebih ‘keren’ darinya.

Dan perasaan ini sungguh membuat saya merasa lebih baik. Bukan dari Honey. Tapi dari diri saya sebelumnya.

Advertisements

Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: