yukberbagi!


mini fiksi #2
01/07/2019, 4:12 am07
Filed under: Uncategorized

seonggok berkas masih tergeletak, di hadapanku. nama yang tercantum menyeretku ke usia belasan tahun. frandyarso.

kutatap perempuan dengan raut kelelahan di wajahnya.

“ibu serius ingin melaporkan kasus ini? ini betul suami ibu sendiri?”

dia terisak. ceritanya mengalir tak tertahan. tentang bagaimana ia tak punya waktu istirahat untuk tubuhnya sendiri. lepas masa nifas, selalu saja ia disetubuhi lagi.

“anak-anak kami harusnya enam atau tujuh. tapi kini hanya tiga. dua diantaranya tak bertahan lama, baru trimester pertama sudah luruh. yang lain tumbuh tak sempurna lalu luruh juga. semua…karena saat hamil pun saya harus melayani. badan saya sakit mbak. remuk redam rasanya. tak pernah saya diberi istirahat kecuali saat datang bulan. cape..pusing..ia tak pernah mendengarkan saya”

aku menatapnya lekat. teringat percakapan dengan sesosok perempuan, bertahun lalu.

“gue baru aja putus sama fran. dia nya sih ga mau..tapi gue udah lelah.”

“kenapa..ia pacaran dengan perempuan lain?”

“nope. ia tipe setia..cenderung posesif malahan. ia menganggap gue miliknya yang bisa ia pergunain kapan saja”

“maksudmu apa dengan pergunain. emang elo barang.”

“ya..fran selalu bernafsu. kencan kami adalah cumbuan-cumbuan, tak kenal tempat dan waktu. ia tak peduli gue mau apa..tak peduli gue sedang bagaimana. gue capek”

aku terdiam. lama. fran dan weni. betapa aku iri ketika mereka jadian.

tiba-tiba sang ibu berujar lagi. “kalau ga mau..saya dipukul mbak. dianggapnya saya ga cinta dia lagi. dibilang saya mau selingkuh. habis lapor ini..saya langsung mau ajukan cerai.”

aku menghela nafas.. menatap lagi nama yang tertulis di berkas.

orang yang sama. seperti cerita temanku belasan tahun lalu.

orang yang sama. sosok cinta pertamaku.