yukberbagi!


Sosialisasi tanpa mispersepsi
02/02/2010, 4:12 pm02
Filed under: catatan saya | Tags: , , , ,

Ketika kembali dari sebuah penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Seksual di desa Sidatapa, sebuah desa di pelosok gunung daerah Singaraja, Bali; saya membawa serta sebuah bulletin terbitan lembaga penanggulangan AIDS yang memuat data statistik ODHA (orang dengan HIV/AIDS) sampai periode akhir 2008 di Bali. Saya terhenyak mendapati bahwa daerah yang baru saya kunjungi beserta teman-teman LSM ini ternyata menduduki peringkat kedua teratas dari seluruh ODHA yang terdeteksi di propinsi ini.

Keterhenyakan itu menjadi tanda tanya besar, ketika melihat begitu besar antusiasme peserta yang hadir dan didominasi kaum perempuan ini. Terbersit pikiran, ‘kalau antusiasme dan keingintahuan orang mengenai kesehatan reproduksi dan seksual ini begitu besar, mengapa tidak sering saja diadakan penyuluhan ke desa-desa di daerah ini?’ Dan tentu yang menjadi pemikiran selanjutnya adalah dengan banyaknya informasi, mudah-mudahan kesadaran sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS di daerah ini makin meningkat.

Namun harapan ini sedikit pupus ketika mendengar upaya teman-teman LSM untuk masuk ke pelosok-pelosok desa terkendala banyak hal. Mulai dari masalah birokrasi sampai dengan hal yang menurut saya sungguh tidak masuk akal, yaitu ketika ada tokoh setempat yang begitu pongahnya mengklaim bahwa tidak mungkin ada penduduk di desanya yang terinfeksi atau malah mengidap penyakit menular seksual tertentu. baca selengkapnya



Oase di tengah pasar
30/01/2010, 4:12 am01
Filed under: turun langsung | Tags: , , , ,

Terselip di antara kios dan lapak pasar, keberadaan klinik di Pasar Badung bukan tanpa makna.

Pasar Badung, 14.30 WITA

Parkir tak terlalu penuh. Beberapa tukang suun tampak beristirahat hingga sumringah berharap saya belanja. Pedagang bunga, canang, sayur dan daging saling mencari posisi yang pas. Mungkin Feng Shui berlaku di sini.

Saat melangkah menaiki tangga, tampak sign board yang disponsori salah satu bank menunjukkan apa yang saya cari. KLINIK. Lantai 4.

Klinik

Wajah saya baru muncul di pintu waktu disambut beberapa wajah berbinar. “Mau berobat?”tanya salah satunya. Saya menggeleng sambil menjelaskan maksud kedatangan. Bertemu Dr Upadisari, yang mengorganisir klinik ini. Tanpa menunggu lama, seraut wajah keibuan yang tak asing muncul. Rasa senang yang tak bisa disembunyikan menyeruak di antara kami. Ya…bagaimana tidak, hampir 2 tahun tak bertemu. baca selengkapnya