yukberbagi!


you don’t really belong there, but there you are..in this universe ~”ADAM”, a lonely man with Asperger’s Syndrome – the movie
16/12/2010, 4:12 am12
Filed under: catatan saya | Tags: , , , ,

Seorang teman pecinta film meminjamkanku sebuah film

ADAM judulnya, seorang dengan sindrom Asperger yang kesepian.

aku tak melewatkan tiap detik dan tiap momen film ini

karena apa yang dialami dan dirasakan Adam, aku tahu sekali

seorang mantan murid menyerupai dengan Adam

dan aku tahu tak mudah baginya melalui masa sekolah, apalagi beranjak dewasa

kini aku kembali pada hidupku

anakku memang bukan asperger, dan dia bukan Adam

walau mungkin mereka memiliki bias-bias spektrum yang ada di Autism Spectrum Disorder

memandanginya dan becermin pada apa yang dialami Adam, (more…)



Kala “ia” di tangan kau sia-siakan…… (renungan 2 dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2010)
19/05/2010, 4:12 am05
Filed under: catatan saya

Saya bekerja di sebuah lembaga kebudayaan, di mana ada teman-teman pertukaran beasiswa dari seluruh Indonesia, yang menurut saya sangat amat beruntung. Mereka mendapatkan gelar S2 dari universitas di kota saya dan setelah belajar bahasa di tempat saya bekerja dan terseleksi, mereka akan berangkat ke negara donor , menempuh pendidikan dan mendapatkan gelar S2 yang lain dari negara tersebut.

Hmmmm…dari dulu saya menunggu-nunggu kesempatan itu datang….
Betapa beruntungnya orang yang mendapat kesempatan gratis untuk melanjutkan pendidikan di saat dunia mematok harga tinggi untuk segala pembiayaannya.

Namun….
sebuah berita mengusik telinga saya. baca kelanjutannya



Ga ada GURU sejati selain orang tua… (renungan 1 dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2010)
19/05/2010, 4:12 am05
Filed under: catatan saya

Saya mantan guru namun bukan mantan orang tua. Saya tetap orang tua seorang putra yang istimewa dalam dunia psikologi dan sekolah karena belum ada sulit banget mencari institusi yang mampu menerima dan mendidik anak saya sesuai dengan kebutuhannya yang memang khusus.
Namun bukan itu yang ingin saya utarakan kali ini….

Pagi…ketika karyawan bergegas ke kantor dan murid tergesa ke sekolah…
3 abg berkendara motor, salah satunya mencoba memaksa menelusup di sela mobil saya dan tembok pembatas jalan. Alhasil…seorang bapak pengendara yang sabar menunggu di tepian, menjadi terusik marahnya… Meluncurlah kata-kata dalam bahasa lokal untuk memperingati pelaku. Saya pun membuka jendela, “Mundur dulu ya…De!”
Tanpa menatap, dia memundurkan motornya tanda tak senang. baca kelanjutannya



“Yang menderita, yang duluan berubah” Sebuah catatan World Silent Day ala BDI Bali
24/03/2010, 4:12 am03
Filed under: turun langsung | Tags: , , ,

Cuaca makin panas, jelas! Semakin banyak bersliweran di jalan tukang servis AC yang laku jasanya. Di toko-toko pun varian kipas angin makin banyak untuk dipilih. Namun apakah kesadaran tentang peningkatan suhu bumi ini menggugah kita untuk mendukung World Silent Day 21 Maret? Nanti dulu….

Seorang bapak tinggi besar, sebut saja Wen asal Tabanan mengungkapkan ide yang menurutnya lebih bermanfaat. “Harusnya PLN Pusat mematikan listriknya 4 jam di seluruh Indonesia. Jadi yah orang mau nggak mau tidak menggunakan listrik. Kalau perlu advokasi ke SBY…karena kalau pemimpinnya concern mengenai hal ini, dia akan menginstruksikan pemadaman listrik serentak setiap 21 Maret!”

Tapi…coba kita telusuri bila usul tersebut dijalankan. baca selengkapnya



Miss Klakson dan Santun Berkendara
18/03/2010, 4:12 pm03
Filed under: ngalamin sendiri | Tags: , , , , , ,

Saya kapok belajar motor. Bekas luka bakar didekat mata kaki telah mengurangi keseksian kaki saya. Namun, tinggal di Bali di mana angkot hanya beroperasi di area terbatas, ketidakmampuan berkendara Honda (sebutan untuk motor di Bali) kemudian menjadi hambatan terbesar untuk beraktivitas.

Tumbuh dan besar di Jakarta dengan segala jenis dan bentuk kendaraan umum, menjadikan saya gagap mengemudikan motor. (mungkin juga berlaku untuk semua perempuan yang tumbuh di kota besar). Lebih PD naik bajaj atau berdesakan di metromini atau bis daripada menyalip semua itu dengan motor. Nah begitu pindah ke Bali…nggak bisa naik motor sama dengan nggak bisa ke mana-mana.

Untung saya bisa menyetir. Biar musti belajar lancar (istilah untuk kursus dan tambahan latihan sendiri)…toh akhirnya kemana-mana saya ditemani si Hitam aka mobil saya. Biar belum semahir sopir angkot atau bis malam, yah minimal si kecil dan omanya merasa aman kalo disupirin saya…..:-)

Tapi….jalanan Bali sudah kayak rimba. Tempat belantara anak ingusan belajar Honda, sampai ibu-ibu yang akrobatik bawa dagangan sekalian anak-anaknya. Pfuhhhh…kalau nggak lihai menyalip, pintar nge-rem dan yang paling utama…pintar menahan emosi, UGD sudah menanti. Makanya…klakson tiba-tiba jadi jimat segala bencana….

Ada ibu menganan-nganan (maksudnya naik motor senengnya di posisi sebelah kanan)…klakson
Ada cewek sibuk handphonan sambil naik motor….klakson
Ada anak-anak naik sepeda ke kiri dan ke kanan asik lenggang lenggok….klakson
Ada ibu keluar gang, nyelonong saja….klakson baca selanjutnya




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.